Anyer, Baduy dan Pesona Letusan Api Krakatau

Baduy Kids

Menjadi kota pilihan utama destinasi liburan bagi penikmat wisata seperti Bogor, Anyer ataupun kota lainnya di sekitaran Ibukota Jakarta memang menjadi salah satu benefit bagi pariwisata daerah. Bagaimana tidak, karena paling minimal dalam sebulan sekali kami warga Jakarta selalu menyambangi kota mereka untuk berlibur, melepas lelah dan bercengkrama bersama keluarga 😀

Hecticnya Jakarta dipagi hari ketika semua orang mulai melakukan aktivitasnya masing-masing, terkadang malah sangat membuat kaki ini berat untuk melangkah, apalagi sedari pagi matahari enggan menampakkan bentuknya.



Keindahan pantai anyer dan pasir pantainya yang putih bersih tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata bersaing dengan keindahan pantai dibelahan Indonesia lainnya seperti Bali, Lombok, Belitung, Aceh atau bahkan pantai- pantai keren lainnya di bagian Indonesia Timur.

Pantai Anyer
Daghh jangan dipandang lama-lama ini mantan pacar 😀

Bukan hanya wisata pantai yang bisa menjadi destinasi pilihannya ketika berada di Banten tetapi dari mulai pesona wisata Gunung Krakatau yang ekstrim di Selat Sunda, Taman Nasional Ujung Kulon dengan badaknya yang sudah terkenal seantero dunia, dan tentunya kita bisa juga “kulik” sejarah dibalik pembangunan jalan Anyer – Panarukan.

 

Cerita sejarah yang terpendam di pembangunan jalan raya sepanjang 1000 km Anyer – Panarukan, merentang dari ujung barat pulau jawa sampai dengan ujung timur pulau jawa dibangun hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja (((echo))) juga tidak kalah menariknya. Ya, Herman Willem Daendels atau yang sering kita kenal dengan sebutan Daendels, politikus yang juga Gubernur Jendral hindia Belanda ke-36 yang menginstruksikan pembangunan jalan tersebut agar lebih mudah berkomunikasi antar kota dan bertahan dari serangan Perancis yang ketika itu berkuasa.

Berbeda dengan wisata pantai dan wisata lainnya yang ada di Banten, di dataran tinggi Banten tepatnya melalui pintu masuk desa ciboleger terdapat “koloni”  masyarakat yang masih memegang teguh tradisi mereka yakni menyimpan hasil pertanian mereka selama hampir lebih dari 30 tahun dan menjemurnya dalam rentang waktu tersebut.

Padi Suku Badui
Hasil panen padi Masyarakat Badui yang dijemur sebelum disimpan didalam lumbung- lumbung padi selama hampir 30 tahun. Photo Source : www.travelingstory.com

Pintu masuk di desa Ciboleger mengawali rentetan desa-desa menuju perkampungan Badui Luar dan Badui Dalam. Dari mulai Desa Keduketeg dimana terdapat pos pendaftaran untuk pengunjung yang datang, dan tentunya dipastikan pengunjung tidak membawa ataupun menggunakan barang- barang elektronik, kamera dan alat komunikasi seperti handphone dan yang semisalnya.

Sepanjang perjalanan kita akan banyak disuguhi objek-objek “Human Interaction”  dan layak untuk diabadikan. Selanjutnya menuju Desa Sahulu, Desa Balimbing, Desa Marengo, dan beristirahat di Desa Gazebo  yang tidak jauh setelahnya kita akan melintasi jembatan bambu sebagai penghubung dan pemisah antara Perkampungan Badui Luar dan Badui Dalam.

 

Jarak Perkampungan Badui Dalam tepatnya Desa Cibeo dari jembatan bambu pemisah ini dengan Badui Luar cukuplah memakan waktu yang panjang sekitar hampir 2 jam. Perlu juga diketahui bahwa dalam tradisi Badui Dalam biasanya pada siang hari para orang tua khususnya wanita akan pergi berladang, sehingganya tanggung jawab menjaga anggota keluarga dibebankan kepada anak tertua. Dan tradisi siskamling menjaga kampung dilakukan oleh para lelaki dewasa pada siang hari.

Anak Badui
Anak tertuanya yang paling kanan ya bukan yang paling kiri 😀 – Photo Source : www.travelingstory.com

Eksotisme Wisata Banten tentunya bisa menjadi alternatif destinasi liburan ala pantai yang bisa kita nikmati bersama keluarga dan tentunya dengan biaya liburan yang tidak terlalu mahal. Bagaimana?

Belitung BUKAN HANYA Andrea Hirata dan Ahok

Menara Mercusuar Pulau Lengkuas L.I. Enthoyen

Dari pantai, gugusan batu- batu besar, ikan ketarap sampai lada menjadi penghias di negeri yang merupakan  salah satu penghasil timah terbesar di duniaNegeri Pulau Timah  yang saat ini identik dengan cerita pahlawan- pahlawan kecil laskar pelangi yang berjuang bersama dalam suka dan duka kehidupan. Negeri yang saat ini sudah “diketahui” dunia melalu translasi salah satu buku karya Andrea Hirata dalam berbagai versi bahasa dunia. Selama kurun waktu dari tahun 1710 hingga sekarang negeri yang disebut wangka yang dalam bahasa asli Bangka Belitung yang berarti timah, menjadi penghasil uang penopang kehidupan negeri ini.

SD Muhammadiyah Gantong Belitung
Replika SD Muhammadiyah Gantong Belitung

Berangkat traveling dan sedikit agak memaksakan kantuk yang luar biasa di dini hari memang sangat jarang saya lakukan, dan mendapatkan respon yang cepat dari salah satu layanan transportasi di jakarta tentunya membuat mata ini mendapatkan harapan untuk sejenak dipejamkan ketika saya bisa cepat tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Bluebird Taxi Mobile Application
Bluebird Taxi Mobile Application

Alhamdulillah setelah penerbangan beberapa saat saya pun tiba dengan selamat di Bandara H.AS. Hanandjoeddin yang memiliki nama awalnya adalah Bandara Udara Boeloeh Toembang. Destinasi wisata Belitung khususnya sangat didominasi dengan wisata pantainya dan wisata sejarah. Seperti di Pantai Burung Mandi, Klenteng Dewi Kwan Im yang sudah tegak berdiri sejak tahun 1747M, Kampung Ahok dan tentunya Museum Rumah Kata Andrea Hirata yang terawat dengan rapi.

Menikmati istirahat di salah satu hotel di Belitung untuk meng-explore“next trip” di spot pantai dan kopi khas dari belitung yang masyarakat lokal menyebutnya “kopi kuli” menjadi tujuan utama saya melakukan traveling ini. Karena tentunya Belitung bukan hanya Andrea Hirata dan Ahok yang sangat dielu-elukan karena salah satu hal yang mereka lakukan memajukan pariwisata Belitung.

Wisata pantai, snorkling dan diving yang sudah sangat tersohor tentunya tidak bisa kita abaikan keasriannya dari tangan-tangan jahil yang ingin merusak dan mengotorinya.

  1. Pulau Lengkuas, masyarakat lokal menyebutnya dengan sebutan ini berkaitan dengan menara mercusuar L.I Enthoyen yang dibangun belanda di tahun 1882. Dengan tinggi 65 meter diatas permukaan laut, 18 lantai dan 313 anak tangga mercusuar berlapis besi yang sudah berumur hampir 200 tahun-an ini masih kokoh tegak berdiri.
  2. Pulau Garuda, pulau dengan batu besar berbentuk kepala garuda ini tidak bisa kita singgahi karena dasar laut yang dipenuhi karang-karang tajam yang bisa membuat kapal karam sehingganya kita hanya bisa menikmatinya dari permukaan air yang cukup dalam saja. Dan sepanjang perjalanan kita akan banyak jumpai gugusan batu granit besar menghiasi karya Sang Pencipta
    Pulau Garuda Belitung
    Pulau Garuda Belitung

    Batu Granit Belitung
    Gugusan Batu Granit Belitung
  3. Pulau Kepayang
  4. Pulau Pasir, pulau ini hanya bisa disinggahi ketika air laut sedang surut sehingganya gundukan pasir berbentuk pulau ini dapat terlihat dan kapalpun bisa merapat. Dipulau ini jika beruntung kita akan temukan bintang laut seukuran lebih dari 2 telapak tangan orang dewasa.
  5. Pulau Batu Berlayar, dan
  6. Pantai Pelabuhan Bilik Tanjung Tinggi yang merupakan spot shooting film Laskar Pelangi di tahun 2008

Terlepas dari hal itu tentunya negeri ini pasti punya pahlawan- pahlawan muda  yang dengan ikhlas bisa memakmurkan negerinya sendiri, negeri ini punya potensi lainnya dari mulai budaya, kuliner, dan keunikan lainnya yang bisa dibanggakan dan bukan hanya sekedar menikmati perjuangan Andrea Hirata sejak kurang lebih hampir 10 tahun yang lalu dan Ahok saja.

Negeri ini punya tradisi kuliner yang patut dibanggakan karena menyimpan makna kebersamaan “berdulang” yakni menyajikan lauk pauk dalam 1 nampan besar yang bisa disantap oleh 4 orang dan tentu menu ikan asli hasil dari laut belitung, Ikan Ketarap yang disajikan didalam sebuah gangan atau buah kelapa segar yang dikupas dan dibuang air kelapanya sehingganya bisa cukup untuk penyaji ikan ketarap dan disantap bersama sambal khas belitung sambal serai.

Transportasi dan akomodasi disponsori Ezytravel.co.id

All images capture with Microsoft Lumia #ShotOnMyLumia

Tiket “Obral” di Abacus Travel Fair 2014

Seiring dengan berkembangnya internet dalam 1 dekade terakhir, membuat penikmat traveling dan jalan-jalan tidak lagi kesulitan mendapatkan informasi tentang destinasi eksotis, rute perjalanan dan akomodasi termurah. Semua informasi tersebut dapat Anda dapatkan dengan mencari artikel traveling melalui internet.

Pertengahan Oktober lalu tepatnya tanggal 21 oktober saya berkesempatan “menyambangi” event Abacus Travel Fair yang baru pertama kali di adakan oleh Abacus sebagai penyedia sistem travel yang secara bersamaan juga memperkenalkan apps Travelcase.

abacus travel fair
Opening Ceremony Abacus Travel Fair 2014

Selain event ini berbarengan dengan Islamic Umrah & Haji Fair yang menawarkan biaya umroh murah dan haji plus, event ini juga banyak di ikuti oleh Tourism Board dari UK, Spain dan Negara lainnya.

Untuk perjalanan wisata International dan Domestik peserta event dipisahkan didalam Plenary Hall dimana tiap- tiap peserta menawarkan harga yang murah dari mulai Tour Bangkok $271 untuk 3 Hari 4 Malam dan harga lainnya yang sangat bersaing.

Mata saya tertuju kesebuah icon yang lucu berbentuk Penguin dengan nama Si Timur. Icon ini merupakan Brand dari Ezytravel salah satu peserta di Abacus Travel Fair 2014 ini.

Nah bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan wisata baik sendiri atau bersama keluarga pastikan Anda bisa mendapatkan informasi mengenai event- event traveling sehingganya Anda bisa mendapatkan harga yang kompetitif. 🙂

All images capture with Microsoft Lumia 535

Semilir Elegan di Basko Hotel Padang

Setelah mendapatkan cuti yang tidak terlalu lama yakni dua hari saya memutuskan untuk berangkat ke Ranah Minangkabau dengan tiket pesawat jakarta ke padang. Sesampainya di “Nagari Takambang” dan memutuskan untuk menginap Hotel di Padang yang jaraknya tidak jauh dari Bandara International Minangkabau sesuai informasi yang saya dapatkan. Dari kejauhan sudah tampak icon Basko Hotel ini dengan padanan lima bintang terang di bawahnya.

Sekilas "terkikik" dalam hati apa maksud si empunya menyematkan nama Basko, apakah memang si empunya sangat hobi sekali dengan bakso sehingganya dinamakan demikian ataukah si empunya selain dari pemilik hotel juga memiliki bisnis bakso :)

Sampai di depan hotel saya berencana tidak langsung check-in namun saya sengaja berjalan di sekitar hotel yang memang di jam itu masih ramai dengan pengunjung Mall yang “bersliweran“.

pantai padang
Muara Pantai Padang

Setelah cukup lama saya “bercengkrama” dengan tiupan angin pantai saya berencana untuk bergegas check-in kedalam hotel namun tetap saya penasaran dengan keramaian yang sebelumnya sempat saya lihat dan ternyata Hotel Basko ini berdampingan dengan Basko Grand Mall dan saya coba browsing di Google dan ketemu www.baskograndmall.com. Semakin penasaran saja saya siapa si empunya yang “semau-maunya” memberikan nama hotel sebesar ini hampir mirip dengan jajanan Bakso 🙂

padang mall
Basko Grand Mall Padang

Melangkah ke lobby mata saya cukup terpesona dengan konsep elegan yang diterapkan si hotel yang berada di luar jakarta ini. Berjalan dari pelataran depan sekilas saya melihat hotel ini mirip dengan miniaturnya Hotel Mulia Jakarta.

Basko Hotel Padang
Lobby Basko Hotel Padang

Bergegas setelah mendapatkan kamar dari Front Officernya dan menanyakan tentang arti nama Basko yang singkatan dari Basrizal Koto si empunya Hotel dan Mall di sebelah, saya langsung kearah lift menuju kamar. Melintasi lorong yang bersih  ketika membuka pintu dengan keycard, wow sesuai dengan informasi yang saya dapatkan sebelum saya memutuskan untuk menginap di hotel ini.

basko hotel padang

Setelah cukup segar dan tentunya bersih-bersih setelah perjalanan jauh dari jakarta saya turun ke bawah untuk sekedar minum kopi di Lounge dan terpikir untuk ambil foto dari Roof Top dan bisa jadi dokumentasi yang memuaskan. Dan hal ini saya lanjutkan di esok pagi harinya sebelum saya berangkat ke Jorong Kuranji Payakumbuh

Minangkabau

Meskipun hanya satu malam di Basko Hotel Padang, sepertinya kedepannya saya akan mencoba kembali “menjajal” Hotel Murah di Padang Minangkabau ini atau bahkan hotel-hotel lainnya yang saya rasa juga memiliki konsep yang bagus dan tentunya juga mengajak anak-anak saya tour ke padang juga.

All images capture with Microsoft Lumia 535