Anyer, Baduy dan Pesona Letusan Api Krakatau

Anyer, Baduy dan Pesona Letusan Api Krakatau
5 (100%) 18 votes

Menjadi kota pilihan utama destinasi liburan bagi penikmat wisata seperti Bogor, Anyer ataupun kota lainnya di sekitaran Ibukota Jakarta memang menjadi salah satu benefit bagi pariwisata daerah. Bagaimana tidak, karena paling minimal dalam sebulan sekali kami warga Jakarta selalu menyambangi kota mereka untuk berlibur, melepas lelah dan bercengkrama bersama keluarga 😀

Hecticnya Jakarta dipagi hari ketika semua orang mulai melakukan aktivitasnya masing-masing, terkadang malah sangat membuat kaki ini berat untuk melangkah, apalagi sedari pagi matahari enggan menampakkan bentuknya.



Keindahan pantai anyer dan pasir pantainya yang putih bersih tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata bersaing dengan keindahan pantai dibelahan Indonesia lainnya seperti Bali, Lombok, Belitung, Aceh atau bahkan pantai- pantai keren lainnya di bagian Indonesia Timur.

Pantai Anyer
Daghh jangan dipandang lama-lama ini mantan pacar 😀

Bukan hanya wisata pantai yang bisa menjadi destinasi pilihannya ketika berada di Banten tetapi dari mulai pesona wisata Gunung Krakatau yang ekstrim di Selat Sunda, Taman Nasional Ujung Kulon dengan badaknya yang sudah terkenal seantero dunia, dan tentunya kita bisa juga “kulik” sejarah dibalik pembangunan jalan Anyer – Panarukan.

 

Cerita sejarah yang terpendam di pembangunan jalan raya sepanjang 1000 km Anyer – Panarukan, merentang dari ujung barat pulau jawa sampai dengan ujung timur pulau jawa dibangun hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja (((echo))) juga tidak kalah menariknya. Ya, Herman Willem Daendels atau yang sering kita kenal dengan sebutan Daendels, politikus yang juga Gubernur Jendral hindia Belanda ke-36 yang menginstruksikan pembangunan jalan tersebut agar lebih mudah berkomunikasi antar kota dan bertahan dari serangan Perancis yang ketika itu berkuasa.

Berbeda dengan wisata pantai dan wisata lainnya yang ada di Banten, di dataran tinggi Banten tepatnya melalui pintu masuk desa ciboleger terdapat “koloni”  masyarakat yang masih memegang teguh tradisi mereka yakni menyimpan hasil pertanian mereka selama hampir lebih dari 30 tahun dan menjemurnya dalam rentang waktu tersebut.

Padi Suku Badui
Hasil panen padi Masyarakat Badui yang dijemur sebelum disimpan didalam lumbung- lumbung padi selama hampir 30 tahun. Photo Source : www.travelingstory.com

Pintu masuk di desa Ciboleger mengawali rentetan desa-desa menuju perkampungan Badui Luar dan Badui Dalam. Dari mulai Desa Keduketeg dimana terdapat pos pendaftaran untuk pengunjung yang datang, dan tentunya dipastikan pengunjung tidak membawa ataupun menggunakan barang- barang elektronik, kamera dan alat komunikasi seperti handphone dan yang semisalnya.

Sepanjang perjalanan kita akan banyak disuguhi objek-objek “Human Interaction”  dan layak untuk diabadikan. Selanjutnya menuju Desa Sahulu, Desa Balimbing, Desa Marengo, dan beristirahat di Desa Gazebo  yang tidak jauh setelahnya kita akan melintasi jembatan bambu sebagai penghubung dan pemisah antara Perkampungan Badui Luar dan Badui Dalam.

 

Jarak Perkampungan Badui Dalam tepatnya Desa Cibeo dari jembatan bambu pemisah ini dengan Badui Luar cukuplah memakan waktu yang panjang sekitar hampir 2 jam. Perlu juga diketahui bahwa dalam tradisi Badui Dalam biasanya pada siang hari para orang tua khususnya wanita akan pergi berladang, sehingganya tanggung jawab menjaga anggota keluarga dibebankan kepada anak tertua. Dan tradisi siskamling menjaga kampung dilakukan oleh para lelaki dewasa pada siang hari.

Anak Badui
Anak tertuanya yang paling kanan ya bukan yang paling kiri 😀 – Photo Source : www.travelingstory.com

Eksotisme Wisata Banten tentunya bisa menjadi alternatif destinasi liburan ala pantai yang bisa kita nikmati bersama keluarga dan tentunya dengan biaya liburan yang tidak terlalu mahal. Bagaimana?

1649 Total Views 3 Views Today
(Visited 246 times, 1 visits today)
The following two tabs change content below.

Abi Yudhie

Specialist in Search & Inbound Marketing
Minangkabau Descent, #GreatAbi Loves 1 Daughter, 2 Boy & 1 Happiest Wife, Writing, Travel Blog Geek and Kopi Indonesia Lover www.189words.com

Latest posts by Abi Yudhie (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *